sidetekin

Tak Hafal Pancasila, Bupati Ini Ditertawakan Peserta Upacara

Bupati Magetan, Sumantri jadi bahan tertawaan karyawan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Magetan. Pasalnya, Bupati Sumantri tidak hafal saat mengucap Pancasila di upacara puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-67 Kemenag, di alun-alun setempat, Kamis (3/1/2012).

Seperti diberitakan tribunnews.com, Jum’at (04/01/2013), upacara puncak HAB Kemenag yang dihadiri seluruh karyawan Kemenag se-Kabupaten Magetan itu, Bupati Magetan didaulat menjadi Inspektur Upacara (Irup). Seperti biasa Irup mendapat bagian mengucap Pancasila. ”Pada saat bagian Irup mengucap Pancasila itu, dia lupa. Masak Pancasila butir kedua Persatuan Indonesia,” kata PNS Kemenag ini tanpa mau namanya disebut, seusai upacara, Kamis (3/1/2012).

Karuan saja, lanjut guru agama Islam ini, peserta upacara berteriak-teriak agar bupati mengulang butir Pancasila yang dilewati itu. “Kalau sampai bupati yang kesehariannya protokoler dan upacara, yang susunannya itu-itu aja mosok tidak hafal Pancasila, itu kebangetan. Kalau pekerja warung tidak hafal Pancasila, itu wajar manusiawi. Kalau bupati ya nggak manusiawi lagi kalau tidak hafal. Tapi faktor usia proses lanjut usia,” jelasnya.

Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Magetan Dian Kustiani sangat menyayangkan kealfaan bupati sebagai Kepala Daerah dan negarawan mengucap Pancasila. Apalagi ketidakhafalan mengucap Pancasila itu di hadapan ratusan karyawan Kemenag yang mayoritas guru itu.
Menurut Dian, kalau seorang pimpinan daerah sudah lupa mengucap Pancasila, itu preseden buruk. Karena dia sudah tidak lagi bisa menghayati dan menjalankan pesan yang terkandung dalam tek Pancasila. “Kalau sampai semua pimpinan tidak lagi hafal mengucap Pancasila, bagaimana dia bisa mengamalkan dan menghayati. Pantasan sekarang ini korupsi semakin menjadi, karena pejabatnya tidak lagi takut dosa karena tidak bisa menghayati pesan Pancasila,” ujar aktivis pendidikan sekaligus Ketua Yayasan Harapan Anak Negeri ini.

Bupati Magetan yang dikonfirmasi menganggap kealfaannya mengucap Pancasila itu sebagai sesuatu yang wajar. Apalagi kesalahan ucap sudah dibenarkan seketika itu. ”Bupati itu manusia bukan malaikat yang tidak luput dari lupa dan salah. Tapi sebagai manusia bila merasa lupa atau salah ucap segara membenarkan, sesuai aturan itu bukan kesalahan,” kata Bupati Sumantri yang dikonfirmasi Surya lewat Kepala Humas dan Protokol setempat Saif Muhclisin, Kamis (3/1/2012). (viakabartop.com)

Related

Unik 792495868378432823

Most View

Recent

Thanks To Our Advertiser

Kirim Artikel Kamu!

 photo YWJW_82232_zps24cf568e.png

Klik Untuk Berita Terbaru




item